Wednesday , September 18 2019
Breaking News
Home > Akuntansi Pengantar > Cara Menghapal Saldo Normal Akun
cara-menghapal-saldo-normal-akun

Cara Menghapal Saldo Normal Akun

Pemahaman atas saldo normal dalam akuntansi merupakan hal yang sangat penting karena saldo normal akun menjadi dasar dalam proses akuntansi. Jika saldo normal akun sudah kuasai dengan baik, maka bukti transaksi keuangan dapat dianalisa dengan tepat sehingga menghasilkan informasi keuangan yang akurat. Sebaliknya jika saldo normal akun tidak dikuasai dengan baik, maka menyebabkan terjadinya kekeliruan dalam menganalisa bukti transaksi sehingga mengakibatkan terjadinya kesalahan pada informasi keuangan yang dihasilkan.

Apakah saldo normal akun itu ? Bagaimanakah cara menghafal saldo normal akun ? Ada baiknya kita bahas dulu tentang kelompok akun-akun yang dipergunakan dalam pencatatan akuntansi secara garis besar. Dalam akuntansi ada 5 kelompok akun utama, yaitu:

  1. Aset (Asset),
  2. Kewajiban (Liability),
  3. Modal (Equity),
  4. Pendapatan (Revenue), dan
  5. Beban (Expence).

Lebih jelasnya pahamilah penjelasan berikut ini :

1. Akun Aset (aktiva atau harta)

Aset adalah sumber-sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan yang biasa dinyatakan dalam satuan moneter. Akun aset memiliki beberapa golongan akun, antara lain golongan aset lancar, aset tetap, aset tak berwujud. Dari golongan akun aset tersebut memiliki jenis-jenisnya, antara lain akun aset lancar meliputi kas, piutang dagang, perlengkapan dll, aset tetap meliputi tanah, gedung, kendaraan, mesin, dll. Sedangkan aset tak berwujud meliputi hak paten, goodwill, trade mark dll. Semua akun yang termasuk kelompok aset memiliki saldo normal “Debet”, sehingga setiap terjadi transaksi yang menyebabkan penambahan aset akan dicatat dalam jurnal pada posisi debet, begitu juga sebaliknya, apabila terjadi transaksi yang mengakibatkan pengurangan aset akan dicatat dalam jurnal pada posisi kredit.

Contoh : Pada tanggal 03 Januari CV. Madani membeli mesin fotocopi secara tunai dengan harga Rp6.000.000

Analisa transaksi :

Transaksi yang dilakukan CV. Madani mengakibatkan akun aset bertambah dan di sisi lain ada akun aset yang berkurang. Akun aset yang bertambah dalam hal ini adalah “Mesin Fotocopy” sedangkan akun aset yang berkurang adalah “Kas” karena akun aset yang berjenis Mesin Fotocopy (aset tetap) bertambah maka dicatat di posisi debet, sedangkan akun kas dicatat di posisi kredit karena terjadi pengurangan, sehingga jurnal umum yang dibuat adalah:

Mesin Fotocopy…………….Rp6.000.000
Kas……………………………………..Rp6.000.000

2. Akun Kewajiban (Liability)

Akun kewajiban adalah utang yang harus dibayar perusahaan dengan uang atau jasa pada suatu saat tertentu di masa yang akan datang. Akun kewajiban memiliki beberapa golongan antara lain Kewajiban Jangka Pendek dan Kewajiban Jangka Panjang. Jenis Kewajiban Jangka Pendek antara lain utang gaji, utang usaha, utang bank yang jatuh tempo kurang dari satu tahun. Jenis Kewajiban Jangka Panjang antara lain utang bank yang jatuh tempo lebih dari satu tahun, utang obligasi, dan sebagainya.
Semua akun yang termasuk kelompok kewajiban memiliki saldo normal “Kredit”, sehingga setiap terjadi transaksi yang menyebabkan penambahan hutang akan dicatat dalam jurnal pada sisi kredit, begitu sebaliknya apabila terjadi pengurangan utang atau pelunasan utang maka utang akan dicatat di sisi debet.

Contoh : Pada tanggal 3 Januari CV. Madani membeli perlengkapan secara kredit dengan nominal Rp2.000.000

Analisa transaksi :

Transaksi pembelian perlengkapan secara kredit, dalam hal ini akun perlengkapan bertambah maka dicatat di sisi debet dan akun utang juga bertambah sehingga ketika dicatat dalam jurnal akun utang berada di sisi kredit, sehingga jurnal umum yang dibuat sebagai berikut :

Perlengkapan………….Rp2.000.000
Utang Usaha…………………..Rp2.000.000

3. Akun Modal (Equity)

Akun Modal merupakan hak pemilik perusahaan atas kekayaan (asset) perusahaan. Akun modal memiliki saldo normal “Kredit”, sehingga jika terjadi penambahan modal akan dicatat di sisi kredit, sebaliknya jika terjadi penurunan modal maka modal akan dicatat di sisi debit.

Contoh : Pada tanggal 1 Januari 2014 diterima kas dari pemilik perusahaan sebagai tambahan modal sebesar Rp20.000.000

Analisa transaksi :

Transaksi penyetoran penambahan modal mengakibatkan modal bertambah sehingga dicatat dalam jurnal umum akun modal di sisi kredit, jadi jurnal umum yang dibuat sebagai berikut :

Kas……………..Rp20.000.000
Modal………………Rp20.000.000

4. Akun Pendapatan (Revenue)

Pendapatan adalah penghasilan yang timbul dalam pelaksanaan aktifitas perusahaan yang biasa (misalnya : penjualan barang dagangan atau pendapatan jasa). Akun pendapatan memiliki 2 golongan yaitu golongan pendapatan usaha, jenisnya berupa pendapatan jasa, dan pendapatan diluar usaha jenisnya berupa pendapatan bunga bank. Pada perusahaan jasa pendapatan utama berasal dari pendapatan jasa, sedangkan pada perusahaan dagang pendapatannya berasal dari penjualan barang dagangan.

Semua akun yang termasuk pada kelompok pendapatan memiliki saldo normal “Kredit”, sehingga apabila terjadi terjadi penambahan pendapatan akan dicatat dalam jurnal disisi kredit.

Contoh : Pada tanggal 12 Januari CV. Madani menerima pendapatan atas jasa yang diberikannya pada pelanggan sebesar Rp200.000

Analisa Transaksi :

Transaksi penerimaan pendapatan mengakibatkan pendapatan bertambah sehingga ketika dicatat dalam jurnal umum maka akun pendapatan jasa dicatat di sisi kredit. Jurnal umum yang dibuat sebagai berikut :

Kas………………………….Rp200.000
Pendapatan Jasa…………..Rp200.000

5. Akun Beban (Expense)

Akun Beban merupakan beban perolehan aset yang dikonsumsi atau jasa yang digunakan dalam proses memperoleh pendapatan. Akun beban memiliki 2 golongan yaitu beban usaha jenisnya antara lain beban angkut, beban gaji, beban peralatan dan sebagainya dan beban di luar usaha jenisnya antara lain beban bunga, beban penyusutan, dan sebagainya. Semua akun yang termasuk kelompok beban memiliki saldo normal “Debet”, sehingga bila terjadi penambahan beban dicatat dalam jurnal umum di sisi debet.

Contoh : Pada tanggal CV. Madani membayar gaji karyawannya sebesar Rp 1.000.000

Analisa Transaksi :

Transakasi pembayaran gaji mengakibatkan beban bertambah dalam hal ini beban gaji, sehingga ketika dicatat dalam jurnal umum akun beban gaji dicatat di sisi debet. Jurnal umum yang dibuat sebagai berikut :

Beban Gaji………Rp 1.000.000
Kas……………………Rp 1.000.000

Dari penjelasan tentang golongan akun Aset (A), Kewajiban (K), Modal (M), Pendapatan (P), dan Beban (B) di atas maka secara singkat dapat disimpulkan saldo normal dari akun-akun tersebut yaitu :

Aset saldo normalnya DEBET
Kewajiban saldo normalnya KREDIT
Modal saldo normalnya KREDIT
Pendapatan saldo normalnya KREDIT
Beban saldo normalnya DEBET

Untuk dapat menghafal saldo normal akun tersebut kita bisa menggunakan jari tangan kita, sehingga apabila kita lupa saldo normal akun maka kita dapat segera mengingatnya dengan melihat jari tangan kita. Untuk dapat menghafalnya kita umpamakan ibu jari kita adalah akun aset, jari telunjuk sebagai akun kewajiban, jari tengah sebagai akun modal, jari manis sebagai akun pendapatan dan terakhir jari kelingking sebagai akun beban. Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut ini:

lima-jari-akun-normal-akuntansi

Tahap berikutnya kita tarik atau lipat jari telunjuk sebagai akun kewajiban, jari tengah sebagai akun modal, dan jari manis sebagai akun pendapatan ke dalam telapak tangan, sehingga tangan kita posisinya seperti gambar di bawah ini :

saldo-normal-akun

Gambar jari tangan di atas bermakna ibu jari sebagai lambang akun aset dan jari kelingking sebagai lambang akun beban memiliki saldo normal Debet, sedangkan jari telunjuk, jari tengah dan jari manis yang melambangkan akun kewajiban, modal dan pendapatan memiliki saldo normal Kredit.

Dengan demikian apabila lupa dengan saldo normal akun A, K, M, P, dan B maka tinggal membuka telapak tangan kemudian melipat jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis seperti gambar di atas serta mengartikan bahwa ibu jari dan jari kelingking sebagai lambang aset dan beban saldo normalnya DEBET sehingga bila terjadi penambahan pada aset atau beban dicatat di sisi debit. Sedangkan jari yang dilipat yang terdiri dari jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis melambangkan akun kewajiban, modal dan pendapatan memiliki saldo normal KREDIT, sehingga bila terjadi penambahan kewajiban, modal dan pendapatan dicatat di sisi kredit.

Demikianlah Cara Menghafal Saldo Normal Akun, semoga dengan tips ini dapat menguatkan pemahaman tentang saldo normal akun.

Beri rating Anda untuk artikel ini ya.. 🙂

Total rating

User Rating: 0.65 ( 1 votes)

Member Login

Forgot Password?

Join Us

Password Reset
Please enter your e-mail address. You will receive a new password via e-mail.